Disuatu desa hiduplah kedua orang tua Ranjak dan Lusiana yang penuh dengan kesederhanaan dan mempunyai empat orang anak, tiga laki-laki dan satu orang perempuan, anak pertama bernama Agus lusrarianto, anak kedua bernama Kristian yuliusra, anak ketiga bernama Erni susanti, dan anak ke empat bernama krisna meiralus.
Seorang ayah yang sudah tua berusaha menafkahi keluarganya dengan bersusah payah bekerja banting tulang agar keluarganya bahagia namun sosok ayah tidak pernah mengeluh kepada keluarganya, ia tetap beusaha dalam pekerjaannya walaupun itu berat baginya dan seorang ibu yang membantu dalam bekerja disekitar perkampungan dengan pekerjaan sehari hari noreh, dan membimbing anak-anaknya yang sedang sekolah dari pagi hingga siang bahkan sore sekalipun.
Ayahku tidak pernah manginjak yang namanya bangku sekolah sama sekali, tetapi beliau tahu segala hal yang inginkan keluarganya. beliau adalah satu satunya orang tempat sandaran ku di saat aku sedih maupun senang, aku mempunyai seorang kakak yang sudah berhenti sekolah karena bertentangan dengan guru nya di waktu SD dan sekarang membantu membiayai adik-adiknya yang sedang sekolah pada saat ini, ia tidak pernah mengeluh seberat apapun pekerjaannya demi membahagiakan kami semua dan besar harapan kami adik-adiknya adalah bisa membuat mereka tidak kecewa dan bisa menjadi sukses dan jadi orang kami adik-adiknya tidak bisa apa-apa tanpa kakak dan orang tua kami,
Berikan komentar ya gays yang memotivasi saya agar saya bisa membuat karangan selanjutnya,,,
BalasHapusSemangat
BalasHapus